PLTS Di Masjid Agung Palembang Efektif Menekan Biaya Listrik Tahunan

Selasa, 20 Januari 2026 | 12:24:34 WIB
PLTS Di Masjid Agung Palembang Efektif Menekan Biaya Listrik Tahunan

JAKARTA - Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Palembang kini mulai memanfaatkan energi ramah lingkungan melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Inisiatif ini mampu menekan biaya listrik masjid hingga Rp12 juta per tahun. Program tersebut merupakan bagian dari upaya Kota Palembang untuk mengintegrasikan teknologi hijau pada fasilitas publik dan tempat ibadah.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, meresmikan PLTS di Masjid Agung. Program ini dilaksanakan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perumda Tirta Musi sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat.

Kapasitas PLTS dan Manfaat Jangka Pendek

Dewa menjelaskan, PLTS yang dipasang memiliki kapasitas 18,2–18,6 kilo Watt Peak (kWp) dengan baterai 30 kilo Watt Hour (kWh). Dengan kapasitas tersebut, masjid tetap bisa beroperasi meski terjadi pemadaman listrik PLN selama 3–8 jam.

“Pemanfaatan PLTS memberi efisiensi anggaran masjid hingga enam bulan ke depan dan diperkirakan menghemat Rp12–24 juta, terutama dari penggunaan listrik untuk pendingin ruangan, lampu, dan fasilitas lainnya,” jelas Dewa.

Manfaat PLTS terlihat langsung dalam penghematan biaya listrik yang signifikan. Kondisi cuaca yang masih didominasi hujan saat ini membuat pengurangan tagihan listrik sekitar Rp1,3 juta per bulan. 

Saat musim panas atau intensitas sinar matahari lebih tinggi, penghematan diprediksi akan meningkat secara substansial.

Rencana Pengembangan PLTS ke Masjid Lain

Wali Kota Palembang menegaskan, pemanfaatan PLTS di Masjid Agung bukanlah langkah tunggal. Program ini akan diperluas ke empat hingga lima masjid tua lain di Palembang, khususnya bangunan ibadah yang berusia lebih dari 200 tahun.

“Akan kita lanjutkan ke empat hingga lima masjid tua di Palembang yang usianya lebih dari 200 tahun. Selain revitalisasi fisik, akan dikembangkan juga PLTS dengan menggandeng berbagai pihak melalui forum TJSL Kota Palembang,” kata Dewa.

Upaya ini menunjukkan bahwa perhatian Pemkot Palembang tidak hanya terbatas pada perbaikan fisik masjid, tetapi juga pada upaya pemakmuran tempat ibadah melalui pengelolaan energi yang efisien.

Investasi dan Umur Pemanfaatan PLTS

Untuk pemasangan PLTS di Masjid Agung, anggaran yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp300 juta. Meskipun investasi awal relatif besar, penghematan listrik yang berlangsung selama 25–30 tahun menjadikan penggunaan PLTS sangat menguntungkan dalam jangka panjang.

“Usia pemanfaatan PLTS ini bisa mencapai 25–30 tahun, sehingga sangat menguntungkan dalam jangka panjang,” jelas Dewa.

Investasi ini juga memungkinkan masjid mengalokasikan dana lebih efisien untuk kegiatan sosial, pendidikan, dan pemeliharaan fasilitas ibadah lainnya.

Operasional PLTS Sejak November 2025

PLTS di Masjid Agung mulai beroperasi sejak 28 November 2025. Menurut Ketua Yayasan Masjid Agung Palembang, Abdul Rozak, manfaatnya sudah dirasakan sejak awal implementasi. Pengeluaran listrik masjid menurun dari Rp18 juta per bulan menjadi sekitar Rp13 juta per bulan.

“Memang ini juga hasil kombinasi dengan upaya penghematan lain, tetapi kontribusi PLTS sangat terasa,” ungkap Abdul Rozak.

Manfaat terbesar dirasakan saat terjadi pemadaman listrik. Sistem secara otomatis beralih ke PLTS sehingga seluruh aktivitas ibadah dan kegiatan di masjid tetap berjalan normal tanpa gangguan.

PLTS sebagai Bagian dari Pembangunan Berkelanjutan

Plt Direktur Utama PDAM Tirta Musi, Azharudin, menekankan bahwa pemasangan PLTS di Masjid Agung Palembang merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan visi dan misi Pemkot Palembang dalam memanfaatkan energi terbarukan di fasilitas publik.

“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat baik, sehingga manfaatnya bisa dirasakan optimal oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Program ini juga menjadi contoh bagi lembaga lain untuk mengintegrasikan energi bersih dalam operasional sehari-hari. Pemasangan PLTS tidak hanya mengurangi biaya listrik, tetapi juga menurunkan emisi karbon dan mendukung lingkungan yang lebih sehat.

Kontribusi Masjid dan Pemerintah terhadap Energi Bersih

Pemkot Palembang memiliki tanggung jawab sekitar 40 persen terhadap pemeliharaan Masjid Agung, sementara Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menanggung 60 persen sisanya. 

Dengan PLTS, masjid dapat mengurangi ketergantungan terhadap listrik PLN sekaligus mengoptimalkan penggunaan anggaran publik.

Penerapan PLTS ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah kota, perusahaan, dan yayasan masjid mampu menghasilkan solusi efisien sekaligus ramah lingkungan.

Efisiensi Biaya dan Kelancaran Aktivitas Ibadah

Pemanfaatan PLTS membuat seluruh aktivitas ibadah dan kegiatan sosial di masjid tetap lancar, meskipun terjadi pemadaman listrik. Hal ini menunjukkan bahwa energi terbarukan dapat memberikan manfaat praktis dan langsung bagi masyarakat.

Selain itu, penghematan biaya listrik memberikan ruang bagi pengelola masjid untuk meningkatkan kualitas fasilitas ibadah, pendidikan agama, dan program sosial lainnya.

Mendorong Replikasi Program PLTS di Masjid Lain

Pemkot Palembang berencana memperluas pemanfaatan PLTS ke masjid tua lainnya. Dengan menggandeng berbagai pihak melalui forum TJSL, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi kota lain dalam memanfaatkan energi terbarukan di fasilitas publik dan tempat ibadah.

Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkot Palembang untuk tidak hanya menjaga keberlanjutan fisik masjid, tetapi juga mendorong efisiensi energi dan penghematan biaya secara berkelanjutan.

Pemasangan PLTS di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Palembang menjadi contoh nyata pemanfaatan energi bersih di fasilitas ibadah. 

Dengan kapasitas memadai, umur pemakaian hingga 30 tahun, dan potensi penghematan listrik hingga Rp12 juta per tahun, masjid dapat menjalankan operasionalnya lebih efisien. 

Keberhasilan ini menjadi awal dari pengembangan PLTS di masjid lain, sekaligus mendorong masyarakat dan pemerintah untuk memanfaatkan teknologi ramah lingkungan demi masa depan yang berkelanjutan.

Terkini