Bulog Kediri Jamin Penyerapan Gabah Petani 2026, HPP Tetap Rp6.500 per Kg

Senin, 26 Januari 2026 | 14:54:17 WIB
Bulog Kediri Jamin Penyerapan Gabah Petani 2026, HPP Tetap Rp6.500 per Kg

JAKARTA - Memasuki tahun 2026, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Kediri menyatakan kesiapan mereka untuk menyerap gabah hasil panen petani.

Langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga gabah sekaligus memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah. Melalui langkah ini, Bulog turut berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan membantu meningkatkan kesejahteraan petani. 

Menurut Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, Bulog telah menyiapkan segala sarana dan prasarana yang diperlukan untuk memaksimalkan penyerapan gabah petani di daerah tersebut.

Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah

Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) tahun 2026 telah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Harisun menegaskan bahwa penetapan harga ini tidak hanya bertujuan memberikan kepastian bagi petani, tetapi juga untuk memastikan bahwa hasil panen mereka dihargai dengan harga yang layak. 

Dengan harga yang telah ditetapkan tersebut, petani di Kediri dan sekitarnya diharapkan dapat menjual gabah mereka tanpa khawatir mengalami kerugian akibat fluktuasi harga pasar yang tidak stabil.

Manfaat HPP untuk Petani

HPP yang telah ditetapkan oleh pemerintah ini tentu memberi manfaat besar bagi para petani. Penetapan harga ini juga diharapkan dapat menekan potensi penurunan harga gabah yang sering terjadi akibat kondisi pasar yang tidak menentu. 

Harga yang stabil akan memotivasi petani untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi mereka. Harisun juga menambahkan bahwa penyerapan gabah dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga para petani bisa merasa aman dan percaya diri dalam menjual hasil panen mereka ke Bulog.

Proses Penyerapan Gabah oleh Bulog Kediri

Sejak awal tahun 2026, Bulog Kediri telah berhasil menyerap gabah sebanyak 409.446 kilogram. Penyerapan yang cukup signifikan ini menunjukkan bahwa program ini sudah mulai berjalan dengan baik. 

Bulog Kediri berkomitmen untuk terus meningkatkan angka penyerapan gabah dari petani. Harisun menjelaskan bahwa Bulog tidak hanya bertujuan untuk menyerap gabah, tetapi juga untuk memperkuat sistem distribusi pangan di daerah tersebut, agar harga gabah dan beras tetap stabil di pasaran. 

Dengan meningkatkan cadangan pangan, Bulog berperan penting dalam mengamankan pasokan beras yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kediri dan wilayah sekitarnya.

Kemitraan dengan Pihak Terkait

Untuk mendukung kelancaran proses penyerapan gabah, Bulog Kediri telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah setempat, kelompok tani, dan mitra penggilingan padi. 

Kerjasama dengan penggilingan padi sangat penting, mengingat penggilingan padi merupakan salah satu tahap krusial dalam mengolah gabah menjadi beras yang siap konsumsi. 

Harisun menambahkan bahwa dengan adanya penggilingan padi yang tersebar di berbagai wilayah, proses distribusi gabah dari petani ke konsumen bisa berjalan dengan lebih efisien.

Peran Penting Waktu Panen bagi Kualitas Gabah

Bulog Kediri juga menyadari pentingnya kerjasama antara pemerintah dan kelompok tani dalam memastikan kualitas gabah yang dihasilkan tetap terjaga. Salah satu hal yang sangat ditekankan oleh Bulog Kediri adalah pentingnya waktu panen yang tepat. 

Harisun mengimbau petani untuk tidak terburu-buru dalam melakukan panen karena hal tersebut dapat memengaruhi kualitas gabah yang dihasilkan. Gabah yang dipanen terlalu cepat seringkali memiliki kualitas yang lebih rendah, yang pada gilirannya dapat memengaruhi harga jualnya di pasar.

"Kami mengimbau agar petani lebih berhati-hati dalam menentukan waktu panen. Gabah yang dipanen terlalu cepat dapat menurunkan kualitas beras yang dihasilkan. Kami ingin petani mendapatkan hasil yang optimal dari setiap panen mereka," ujar Harisun. 

Dengan menjaga kualitas gabah yang dipanen, Bulog Kediri berharap dapat meningkatkan kualitas beras yang ada di pasaran serta memastikan bahwa para petani mendapatkan keuntungan yang layak.

Peningkatan Infrastruktur dan Fasilitas untuk Optimalisasi Penyerapan Gabah

Selain itu, Bulog Kediri juga terus berupaya meningkatkan fasilitas dan infrastruktur yang mendukung penyerapan gabah. Ini termasuk perbaikan di bidang transportasi, pengolahan, dan penyimpanan gabah. 

Dengan fasilitas yang lebih baik, Bulog dapat mempercepat proses distribusi dan pengolahan gabah, serta memastikan bahwa gabah yang diterima tetap dalam kondisi baik hingga proses penyimpanan dan distribusi selesai. 

Penambahan dan perbaikan fasilitas ini bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan yang telah digagas oleh pemerintah.

Pengelolaan Gabah yang Lebih Efisien dan Terarah

Tidak hanya itu, Bulog Kediri juga mengimbau agar petani lebih bijak dalam mengelola hasil panen mereka. Dengan menggunakan sistem manajemen hasil panen yang lebih baik, diharapkan para petani dapat meningkatkan kualitas hasil pertanian mereka. 

Sebagai contoh, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menunda waktu panen sampai gabah mencapai kualitas yang terbaik. Dengan kualitas gabah yang baik, maka nilai jual gabah tersebut juga akan meningkat, dan pada gilirannya membantu meningkatkan pendapatan petani.

Perluasan Jaringan Kerjasama dengan Penggilingan Padi dan Kelompok Tani

Hingga saat ini, Bulog Kediri juga terus memperluas jaringan kerjasama dengan penggilingan padi dan kelompok tani yang ada di wilayah kerja mereka, termasuk di Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk. 

Kerjasama ini sangat penting, mengingat penggilingan padi merupakan tahap pengolahan yang krusial dalam menciptakan beras yang siap dikonsumsi. Harisun mengungkapkan bahwa dengan memperkuat kemitraan ini, Bulog Kediri akan dapat lebih cepat menyerap gabah dan mendistribusikan beras ke pasaran.

Sinergi antara Bulog, Pemerintah Daerah, dan Kelompok Tani

Melalui sinergi yang kuat antara Bulog, pemerintah daerah, dan kelompok tani, diharapkan sektor pertanian, khususnya dalam hal perberasan, akan semakin berkembang.

Program penyerapan gabah ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi para petani, serta menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik di masa depan. 

Bulog Kediri berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan besar yang ada di sektor pertanian.

Meningkatkan Ketahanan Pangan di Wilayah Kediri dan Sekitarnya

Dengan penyerapan gabah yang semakin optimal dan harga yang stabil, Bulog Kediri berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik di wilayah Kediri dan sekitarnya. 

Dengan demikian, diharapkan petani tidak hanya mendapat harga yang layak, tetapi juga dapat terus berproduksi dengan produktivitas yang meningkat. 

Sebagai lembaga yang berfokus pada penyediaan pangan, Bulog Kediri bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan beras agar kebutuhan pangan di masyarakat tetap terjamin.

Pentingnya Dukungan Semua Pihak dalam Program Penyerapan Gabah

Dalam menghadapi tantangan ini, Bulog Kediri tidak bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, kelompok tani, serta mitra penggilingan padi untuk memastikan program penyerapan gabah berjalan lancar. 

Dengan sinergi yang baik antara semua pihak, program ini diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian, memperbaiki kualitas gabah, serta menjamin kesejahteraan petani di daerah tersebut. 

Harisun menegaskan bahwa dengan kerjasama yang solid, Bulog Kediri akan mampu menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik di masa depan.

Terkini