Update Harga Pangan Nasional 26 Januari2026: Bawang dan Daging Murah

Senin, 26 Januari 2026 | 14:54:24 WIB
Update Harga Pangan Nasional 26 Januari2026: Bawang dan Daging Murah

JAKARTA - Memasuki akhir bulan Januari 2026, tren harga bahan pangan di Indonesia menunjukkan perkembangan yang menguntungkan. 

Sejumlah komoditas utama mengalami penurunan harga, memberikan angin segar bagi konsumen yang tengah melakukan belanja kebutuhan pokok untuk rumah tangga.

Harga bawang, cabai, hingga daging sapi tercatat lebih terjangkau, yang tentunya berpengaruh positif bagi daya beli masyarakat. Pergerakan harga yang stabil ini menjadi perhatian penting, apalagi menjelang akhir pekan ketika aktivitas belanja semakin meningkat.

Berdasarkan update dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang dirilis pada Senin, 26 Januari 2026, harga bahan pangan utama di pasar menunjukkan penurunan yang signifikan. Harga bahan pokok lainnya, seperti beras dan minyak goreng, juga tetap berada pada level stabil, yang memberikan kepastian bagi konsumen.

Penurunan Harga yang Menguntungkan Bagi Konsumen

Salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai. Pada hari ini, cabai merah keriting tercatat turun sebesar Rp2.860 per kilogram dibandingkan dengan harga sebelumnya, yang menunjukkan harga baru di level Rp33.987 per kilogram. 

Penurunan harga cabai ini diharapkan bisa meringankan beban belanja rumah tangga, mengingat cabai adalah salah satu bahan masakan yang penting dan sering digunakan.

Selain cabai, harga bahan pangan lainnya seperti bawang merah dan bawang putih juga mengalami penurunan. Harga bawang merah kini tercatat sebesar Rp39.833 per kilogram, sementara bawang putih bonggol dipatok di angka Rp37.583 per kilogram. 

Harga yang lebih terjangkau ini tentu memberikan dampak positif bagi konsumen, mengingat kedua bahan tersebut merupakan bahan penting dalam masakan sehari-hari.

Stabilitas Harga Beras dan Minyak Goreng

Harga beras nasional pada Senin pagi ini juga tercatat relatif stabil. Beras premium dihargai sekitar Rp15.325 per kilogram, sedangkan beras medium berada pada kisaran Rp13.312 per kilogram. Demikian juga dengan beras SPHP, yang tercatat di harga Rp12.333 per kilogram. 

Stabilnya harga beras ini memberikan kenyamanan bagi konsumen, terutama bagi mereka yang mengandalkan beras sebagai sumber utama karbohidrat dalam pola makan sehari-hari.

Minyak goreng, yang menjadi komoditas penting dalam dapur rumah tangga, juga tercatat tidak mengalami lonjakan harga. Minyak goreng curah dipatok dengan harga Rp16.681 per liter, sementara minyak goreng kemasan dijual dengan harga Rp20.488 per liter. 

Dengan harga yang stabil ini, konsumen bisa lebih leluasa dalam memenuhi kebutuhan dapur mereka tanpa khawatir akan adanya kenaikan harga yang mendesak.

Penurunan Harga Daging Sapi dan Ayam

Salah satu kabar baik lainnya bagi konsumen adalah penurunan harga daging sapi dan ayam. Daging sapi murni, yang sebelumnya cukup tinggi, kini mengalami penurunan harga menjadi Rp135.028 per kilogram. 

Hal ini tentu akan memberikan kemudahan bagi keluarga yang ingin menikmati daging sapi tanpa harus khawatir dengan harga yang melonjak. Begitu juga dengan harga daging ayam ras yang tercatat pada angka Rp37.831 per kilogram, yang turut turun jika dibandingkan dengan beberapa minggu sebelumnya.

Ikan laut juga turut mengalami penurunan harga, seperti harga ikan tongkol yang tercatat pada harga Rp35.115 per kilogram, ikan bandeng di Rp32.852 per kilogram, dan ikan kembung yang berada di level Rp41.545 per kilogram. 

Penurunan harga komoditas ikan ini diharapkan bisa membantu masyarakat dalam mengakses protein hewani dengan harga yang lebih terjangkau.

Kondisi Harga Gula dan Tepung Terigu

Selain komoditas utama, sejumlah bahan pangan lainnya, seperti gula dan tepung terigu, tetap berada dalam kisaran harga stabil. Harga gula konsumsi tercatat pada Rp17.940 per kilogram, sementara harga tepung terigu kemasan dijual seharga Rp12.602 per kilogram. 

Gula dan tepung terigu, yang sering digunakan dalam berbagai resep masakan dan pembuatan kue, juga tak mengalami perubahan harga yang signifikan, yang tentunya menyenangkan para ibu rumah tangga dan pelaku industri kecil.

Kondisi Ekonomi dan Pengaruhnya Terhadap Harga Pangan

Pergerakan harga pangan yang lebih stabil dan terkoreksi ini mencerminkan upaya pemerintah dalam mengontrol inflasi dan memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat tetap tercukupi dengan harga yang wajar. 

Penurunan harga ini mungkin juga disebabkan oleh peningkatan pasokan dari hasil panen yang lebih baik atau distribusi yang lebih lancar. 

Pihak berwenang, baik itu Badan Pangan Nasional (Bapanas) maupun instansi terkait lainnya, terus memantau perkembangan harga pangan di pasar dan akan melakukan langkah-langkah jika diperlukan.

Meningkatnya Daya Beli Masyarakat

Stabilitas harga pangan tentunya akan mendukung peningkatan daya beli masyarakat, terutama bagi keluarga yang tergantung pada harga bahan pokok yang terjangkau.

Penurunan harga beberapa komoditas utama, seperti cabai, daging, dan bahan-bahan dapur lainnya, menjadi kabar baik bagi konsumen yang tengah mempersiapkan kebutuhan pangan mereka. 

Hal ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian rumah tangga, di mana pengeluaran untuk pangan dapat dikendalikan dan digunakan untuk keperluan lainnya.

Stabilitas Harga Pangan di 2026

Melihat tren harga pangan yang positif di awal tahun 2026 ini, masyarakat dapat merasa lebih tenang menghadapi kebutuhan pangan mereka. 

Penurunan harga beberapa komoditas penting, ditambah dengan kestabilan harga bahan pokok lainnya, menjadikan belanja rumah tangga lebih mudah diakses dan lebih hemat. 

Ke depan, penting untuk terus memantau pergerakan harga pangan ini, mengingat fluktuasi harga dapat terjadi kapan saja akibat faktor eksternal seperti cuaca, musim, atau perubahan kebijakan pemerintah.

Terkini