MBG

Penyaluran Makanan MBG Ramadan 2026 Tetap Terjaga dengan Komposisi Sehat

Penyaluran Makanan MBG Ramadan 2026 Tetap Terjaga dengan Komposisi Sehat
Penyaluran Makanan MBG Ramadan 2026 Tetap Terjaga dengan Komposisi Sehat

JAKARTA - Selama bulan Ramadan, program Makanan Bergizi (MBG) yang disalurkan kepada siswa akan mengikuti skema yang lebih fleksibel. 

BGN (Badan Gizi Nasional) memastikan bahwa program ini tetap berjalan, namun dengan penyesuaian yang sesuai dengan kondisi lokal dan kebutuhan mayoritas penduduk di masing-masing daerah. Penyesuaian ini bertujuan untuk menghormati mereka yang menjalankan ibadah puasa, khususnya bagi siswa Muslim.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa selama Ramadan, penyaluran makanan MBG di daerah dengan mayoritas penduduk Muslim tetap akan dilakukan di sekolah, namun dengan waktu yang disesuaikan. 

Makanan siap santap akan diberikan pada jam sekolah, namun tujuan utamanya adalah untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa. 

"Di daerah yang mayoritas berpuasa, paket makanan siap santap akan diberikan saat jam sekolah untuk dibawa pulang oleh siswa sebagai menu berbuka puasa," ujar Dadan.

Penyesuaian Menu MBG Sesuai Kondisi Wilayah

Selain penyesuaian waktu penyaluran, BGN juga menyesuaikan komposisi menu MBG untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa selama Ramadan. 

Pada wilayah yang mayoritas penduduknya berpuasa, menu makanan yang dibagikan akan mengandung gizi lengkap, dengan penambahan beberapa item yang lebih sesuai untuk berbuka puasa, seperti kurma, ubi rebus, dan buah-buahan segar.

Selain itu, menu protein akan disesuaikan dengan makanan yang mudah dicerna dan memberikan energi yang cepat, seperti telur rebus dan abon. Makanan-makanan ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi siswa, tetapi juga memberikan energi tambahan yang diperlukan setelah seharian berpuasa.

Kebijakan Berbeda untuk Wilayah Mayoritas Non-Muslim

Sementara itu, untuk wilayah yang mayoritas penduduknya tidak berpuasa, BGN akan tetap menjalankan program MBG seperti biasa. Di daerah ini, siswa tetap dapat mengonsumsi makanan langsung di sekolah tanpa ada perubahan pada waktu atau menu. 

Program ini akan tetap berfungsi normal, di mana siswa dapat mengakses makanan gizi seimbang yang telah disiapkan oleh pihak sekolah.

Menurut Dadan, meskipun ada perbedaan dalam waktu dan jenis menu, prinsip utama dari program MBG adalah memberikan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang siswa tanpa mengganggu ibadah di bulan Ramadan. 

Oleh karena itu, penyesuaian ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan gizi dan penghormatan terhadap mereka yang menjalankan puasa.

Komitmen pada Kesehatan Anak Sekolah

Meski ada penyesuaian dalam skema penyaluran dan menu makanan, Dadan menegaskan bahwa BGN tetap memastikan bahwa kandungan gizi dalam makanan yang diberikan kepada siswa selama Ramadan tetap lengkap. 

"Kami ingin memastikan bahwa meskipun ada perubahan pada waktu dan menu, gizi yang diberikan tetap seimbang dan mendukung tumbuh kembang siswa," jelas Dadan.

Adapun menu yang disiapkan selama Ramadan, selain kurma, ubi rebus, dan buah-buahan segar, juga akan menyertakan berbagai jenis kue tradisional yang bisa menjadi sumber tambahan energi. 

Dengan memperhatikan konsumsi gizi yang tepat selama Ramadan, program MBG diharapkan bisa tetap memberikan dampak positif bagi kesehatan anak-anak sekolah, tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah mereka.

Melalui penyesuaian ini, BGN ingin memastikan bahwa meski bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah, anak-anak sekolah tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung aktivitas belajar mereka. 

Sementara itu, mereka juga diberikan kebebasan untuk menjalankan ibadah puasa dengan nyaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index