LISTRIK

Panduan Lengkap Membeli Token Listrik PLN Triwulan I 2026 Online

Panduan Lengkap Membeli Token Listrik PLN Triwulan I 2026 Online
Panduan Lengkap Membeli Token Listrik PLN Triwulan I 2026 Online

JAKARTA - Pengelolaan penggunaan listrik kini semakin mudah dengan sistem listrik prabayar atau token. 

Sistem ini memungkinkan pengguna mengatur pengeluaran listrik bulanan secara lebih terkontrol, sehingga pemakaian sesuai kebutuhan dan anggaran. 

PT PLN (Persero) telah menetapkan tarif token listrik triwulan I 2026 (Januari–Maret), yang perlu diketahui masyarakat sebelum melakukan pembelian, agar perhitungan penggunaan listrik tetap akurat.

PLN menegaskan, tarif token listrik untuk periode ini tidak mengalami perubahan signifikan dibanding 2025. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi rumah tangga dan pelaku usaha, karena biaya listrik tetap terjangkau. 

Dengan memahami tarif resmi, konsumen bisa memperkirakan pengeluaran listrik bulanan, sekaligus memaksimalkan efisiensi penggunaan energi di rumah maupun usaha.

Rincian tarif listrik PLN 2026

Tarif listrik bersubsidi
Tarif ini diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan rentan yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN):

Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp415 per kWh

Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp605 per kWh

Tarif listrik nonsubsidi
Berlaku bagi rumah tangga besar, bisnis, industri, dan fasilitas umum:

a. Keperluan rumah tangga

R-1/TR 900 VA: Rp1.352 per kWh

R-1/TR 1.300 VA: Rp1.444,70 per kWh

R-1/TR 2.200 VA: Rp1.444,70 per kWh

R-2/TR 3.500–5.500 VA: Rp1.699,53 per kWh

R-3/TR TM >6.600 VA: Rp1.699,53 per kWh

B-2/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp1.444,70 per kWh

B-3/TM TT >200 kVA: Rp1.114,74 per kWh

I-3/TM >200 kVA: Rp1.114,74 per kWh

I-4/TT >30.000 kVA: Rp996,74 per kWh

P-1/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp1.699,53 per kWh

P-2/TM >200 kVA: Rp1.522,88 per kWh

P-3/TR PJU: Rp1.699,53 per kWh

L/TR, TM, TT: Rp1.644,52 per kWh

S-1/TR 450 VA: Rp325 per kWh

S-1/TR 900 VA: Rp455 per kWh

S-1/TR 1.300 VA: Rp708 per kWh

S-1/TR 2.200 VA: Rp760 per kWh

S-1/TR 3.500 VA–200 kVA: Rp900 per kWh

S-2/TM >200 kVA: Rp925 per kWh

Cara menghitung kebutuhan token listrik

Agar pengeluaran listrik bulanan lebih terkontrol, penting untuk memahami cara menghitung kWh token:

Hitung konsumsi harian (Wh)
Rumus: Wh = Daya listrik (Watt) × Lama pemakaian (jam)
Contoh: kipas 75 watt dipakai 8 jam → 75 × 8 = 600 Wh

Hitung total konsumsi harian (kWh)
Jumlahkan seluruh konsumsi peralatan, kemudian konversi ke kWh.
Contoh: total 10.000 Wh → 10 kWh

Hitung biaya listrik per hari
Rumus: Biaya = kWh × Tarif per kWh
Contoh: 10 kWh × Rp1.352 (R-1/TR 900 VA) = Rp13.520

Hitung total biaya listrik per bulan
Rumus: Biaya bulan = Biaya hari × 30
Contoh: Rp13.520 × 30 = Rp405.600

Cara membeli token listrik

Token listrik kini bisa dibeli dengan mudah melalui beberapa metode:

Melalui aplikasi Shopee

Buka Shopee → “Pulsa, Tagihan & Tiket” → “Listrik PLN” → pilih nominal token

Masukkan nomor meteran/ID pelanggan → bayar → kode token muncul

Melalui aplikasi DANA

Buka DANA → “Listrik” → pilih Prabayar → masukkan nomor meteran

Pilih nominal → bayar → kode token 20 digit ditampilkan

Melalui minimarket

Datang ke kasir → beri nomor meteran → pilih nominal → bayar → struk token diterima

Dengan berbagai metode ini, pengisian token menjadi fleksibel dan mudah diakses. Pengguna dapat mengatur konsumsi dan pengeluaran listrik secara lebih efisien, sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk kenyamanan sehari-hari.

Pemahaman tarif dan cara membeli token listrik juga penting untuk mendukung penggunaan energi yang hemat, terkontrol, dan sesuai anggaran rumah tangga maupun usaha. Dengan sistem token, masyarakat dapat merencanakan konsumsi listrik tanpa takut melampaui batas pengeluaran bulanan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index