Indonesia Siapkan SDM Berkualitas Untuk Mengisi 351 Ribu Lowongan Kerja Luar Negeri

Jumat, 28 November 2025 | 15:11:29 WIB
Indonesia Siapkan SDM Berkualitas Untuk Mengisi 351 Ribu Lowongan Kerja Luar Negeri

JAKARTA - Peluang bekerja di luar negeri semakin terbuka bagi warga negara Indonesia (WNI) setelah pemerintah mencatat lebih dari 350.000 lowongan kerja (loker) di berbagai negara masih kosong. 

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Mukhtarudin menyebut angka ini sebagai kesempatan besar bagi para pencari kerja, terutama lulusan perguruan tinggi maupun SMK yang siap berkarier di sektor kesehatan, hospitality, dan industri lainnya.

Ribuan Lowongan Masih Kosong

Mukhtarudin mengungkapkan kondisi ini saat berkunjung ke Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Berdasarkan data Sistem Informasi Sektor Kerja (SISKO), terdapat 351.407 lowongan kerja di luar negeri yang tersebar di negara-negara seperti Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Singapura, Turki, Bulgaria, Brunei Darussalam, dan Italia.

“Ini ada berbagai macam kejuruan, ada kesehatan hingga domestik, dan ini tersebar di negara-negara seperti Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Singapura, Turki, Bulgaria, Brunei Darussalam, dan Italia,” ujar Mukhtarudin.

Lowongan kerja ini mencakup berbagai sektor, mulai dari kesehatan, manufaktur, pekerja domestik, hingga 4P (perikanan, perkebunan, peternakan, dan pertanian). Selain itu, pekerjaan di bidang hospitality, jasa, konstruksi, komunikasi, niaga, periklanan, retail, administrasi, keuangan, serta IT juga tersedia.

Tingkat Pengisian Loker Masih Rendah

Meskipun jumlah lowongan besar, baru sekitar 19 persen atau 68.877 orang yang mengisi lowongan kerja di luar negeri. Artinya, masih tersisa 284.530 lowongan atau 81 persen yang kosong.

Mukhtarudin menjelaskan, meski Indonesia memiliki tenaga kerja yang memenuhi kualifikasi dasar, kesiapan SDM dari sisi keterampilan masih menjadi tantangan utama.

“Indonesia sebenarnya memiliki keunggulan dari sisi permintaan tenaga kerja yang memenuhi kualifikasi dasar. Namun, kesiapan dari sisi suplai masih terbatas karena SDM belum siap secara skill,” jelasnya.

Peluang Besar di Sektor Kesehatan

Mukhtarudin menyoroti kebutuhan besar tenaga kesehatan, terutama di negara-negara Timur Tengah seperti Oman. Informasi ini diperoleh setelah pertemuan dengan Duta Besar Oman, yang menegaskan permintaan tinggi terhadap perawat dan tenaga medis.

“Mereka juga membutuhkan banyak tenaga-tenaga perawat, Timur Tengah. Artinya, peluang-peluang kerja yang sangat terbuka ini harus kita tangkap, tahun depan pasti ini akan semakin banyak,” tuturnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu area yang paling menjanjikan bagi tenaga kerja Indonesia, sekaligus menjadi strategi pemerintah untuk menyalurkan SDM berkualitas ke pasar global.

Tantangan Lapangan Kerja Dalam Negeri

Mukhtarudin menekankan bahwa lapangan kerja di dalam negeri masih terbatas dan jumlahnya tidak sebanding dengan lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya. Hal ini menjadi tantangan serius karena setiap lulusan pasti mencari pekerjaan setelah menempuh pendidikan.

“Lapangan kerja di dalam negeri masih terbatas, dan jumlahnya tidak sebanding dengan lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya,” kata Mukhtarudin.

Oleh karena itu, peluang bekerja di luar negeri menjadi salah satu solusi strategis untuk menekan angka pengangguran dan sekaligus mengoptimalkan potensi SDM Indonesia.

Strategi SMK Go Global

Untuk mempersiapkan tenaga kerja siap pakai, pemerintah meluncurkan program SMK Go Global. Program ini bertujuan menyiapkan lulusan SMK agar memiliki keterampilan sesuai kebutuhan negara tujuan dan siap bekerja di luar negeri.

Program ini juga bertujuan menekan angka pengangguran dengan menyiapkan SDM yang kompeten di berbagai bidang, seperti caregiver, welder (juru las), hingga tenaga di sektor hospitality. Pemerintah menargetkan 500.000 pekerja Indonesia dikirim ke luar negeri pada 2026, termasuk untuk sektor kesehatan dan industri jasa.

Fokus pada Keterampilan dan Bahasa

Mukhtarudin menekankan pentingnya kemampuan bahasa dan keterampilan profesional sebagai syarat utama untuk menempati posisi di luar negeri. Saat ini, baru sekitar 20 persen kebutuhan tenaga kerja yang terpenuhi, sementara pemerintah terus menggenjot persiapan SDM agar memenuhi standar global.

“Butuh kemampuan bahasa, nah ini yang kita genjot sekarang. Dari demand itu, paling enggak 70-80 persen kita isi, ini kan baru 20 persen,” ujar Mukhtarudin.

Dengan peningkatan keterampilan dan penguasaan bahasa, diharapkan jumlah WNI yang bekerja di luar negeri meningkat signifikan, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Data terbaru menunjukkan peluang kerja luar negeri terbuka lebar bagi tenaga kerja Indonesia, terutama di sektor kesehatan dan hospitality. Dengan 351.000 lowongan yang tersedia, pemerintah menekankan pentingnya persiapan SDM dari sisi keterampilan dan bahasa. 

Program SMK Go Global menjadi salah satu strategi utama untuk menyiapkan lulusan siap pakai, menekan angka pengangguran, dan memperluas akses kerja di pasar global.

Mukhtarudin menegaskan bahwa peluang ini harus dimanfaatkan secara optimal, terutama dengan target pemerintah mengirim 500.000 pekerja migran ke luar negeri pada 2026. 

Langkah ini tidak hanya membuka kesempatan kerja bagi WNI, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok tenaga kerja berkualitas di kancah internasional.

Terkini

Cek paket Zalora: Panduan Lengkap Melacak Pesananmu

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:46 WIB

Update Harga iPhone 13 di iBox Terbaru 2025

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:45 WIB

10 Aplikasi Menulis di Android 2025

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:06 WIB

Harga HP Tecno Pova 5 dan Spesifikasinya di Indonesia

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:03 WIB