Diskon Transportasi Dan Bansos Jadi Kunci Daya Beli Masyarakat Nataru

Jumat, 28 November 2025 | 15:11:41 WIB
Diskon Transportasi Dan Bansos Jadi Kunci Daya Beli Masyarakat Nataru

JAKARTA - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, pemerintah menyiapkan paket stimulus besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal IV.

Optimisme ini muncul seiring proyeksi pertumbuhan yang diperkirakan berada di kisaran 5,4%–5,6%, didorong oleh kombinasi belanja akhir tahun, bantuan sosial, diskon transportasi, serta peningkatan mobilitas masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa momentum Nataru menjadi salah satu faktor penting bagi pemulihan ekonomi nasional. 

“Belanja pemerintah, berbagai program bantuan sosial, dan tambahan lagi program untuk memanfaatkan momentum Nataru membuat kami optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal IV berada di kisaran 5,4%–5,6%,” ujarnya.

Proyeksi optimistis ini tidak semata dari konsumsi rumah tangga, tetapi juga didukung oleh realisasi anggaran kementerian/lembaga (K/L) yang ditargetkan terserap minimal 90% hingga akhir tahun. 

Airlangga menekankan bahwa percepatan penyerapan anggaran menjadi motor utama bagi pertumbuhan ekonomi, selain bantuan sosial reguler dan tambahan yang menyasar masyarakat luas.

Realisasi Belanja dan Program Prioritas Presiden

Pemerintah juga terus mengebut pelaksanaan Program Prioritas Presiden, yang dianggap strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong ekonomi daerah. Program-program ini mencakup:

Makan Bergizi Gratis, untuk mendukung gizi anak-anak sekolah dan masyarakat rentan

Sekolah Rakyat, yang memperluas akses pendidikan di wilayah kurang terlayani

Cek Kesehatan Gratis, sebagai bagian dari pemeliharaan kesehatan masyarakat menjelang libur panjang

Listrik Pedesaan, untuk meningkatkan akses energi di desa-desa terpencil

Penguatan Kampung Nelayan, mendukung sektor perikanan sebagai sumber ekonomi lokal

Selain itu, pemerintah mempercepat paket kebijakan 8+4+5, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra, serta berbagai program lintas sektor. Paket ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat tetap stabil selama periode libur panjang, sekaligus memacu konsumsi domestik.

Dorongan Mobilitas Lewat Diskon Transportasi

Menghadapi arus mudik dan libur panjang Nataru, pemerintah menyiapkan insentif transportasi yang mencakup kereta api, angkutan laut, penyeberangan, hingga tiket pesawat. Program ini bertujuan mendorong mobilitas masyarakat tanpa menimbulkan beban biaya berlebih.

Tak hanya itu, diskon tarif tol juga diterapkan pada 22, 23, dan 31 Desember 2025. Potongan harga berkisar 10%–20% di 26 ruas tol strategis, termasuk:

2 ruas Jabodetabek

9 ruas Trans Jawa

3 ruas Non-Jawa

12 ruas Trans Sumatra

Diskon ini mulai dibuka sejak 21 November dan diharapkan mempermudah perjalanan masyarakat selama puncak arus liburan, sekaligus mendukung sektor pariwisata dan logistik.

Stimulus Tambahan dan Kredit Massal

Pemerintah juga mengalokasikan bansos tambahan sebesar Rp 30 triliun untuk mendorong daya beli masyarakat di akhir tahun. Selain itu, untuk mendorong sektor perumahan, pemerintah menargetkan 50 ribu unit kredit massal perumahan akan terealisasi pada Desember 2025.

Langkah-langkah ini diambil untuk memperkuat konsumsi domestik, memastikan sektor jasa dan perdagangan tetap bergerak, serta mengurangi risiko perlambatan ekonomi akibat libur panjang dan potensi tekanan harga.

Sinergi Pemerintah dan Ekonomi Regional

Airlangga menekankan pentingnya sinergi antara program pusat dengan pemerintah daerah. Peningkatan mobilitas masyarakat selama Nataru, termasuk penggunaan transportasi umum, kereta api, dan tol, diharapkan tidak hanya mendorong ekonomi perkotaan, tetapi juga memberikan dampak positif ke daerah penyangga dan wilayah pariwisata.

“Momentum akhir tahun ini bukan hanya soal liburan, tetapi menjadi strategi pemulihan ekonomi sekaligus dorongan konsumsi. Kami berharap belanja dan program pemerintah, ditambah stimulus sosial, dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional,” kata Airlangga.

Prospek Ekonomi Kuartal IV 2025

Dengan berbagai stimulus ini, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 akan lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. Faktor pendorong utama meliputi:

Belanja Pemerintah dan Realisasi Anggaran K/L

Bantuan Sosial Reguler dan Tambahan

Diskon Transportasi dan Tarif Tol

Peningkatan Mobilitas Masyarakat

Selain itu, keberhasilan distribusi bansos dan percepatan kredit massal perumahan menjadi indikator tambahan bahwa pemerintah siap menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

Kombinasi belanja akhir tahun, stimulus sosial, diskon transportasi, dan peningkatan mobilitas masyarakat menjadi strategi utama pemerintah menghadapi Nataru 2025/2026. 

Semua program ini diharapkan tidak hanya menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,4%–5,6%, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata tetap bergerak secara optimal.

Dengan langkah-langkah strategis tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi akhir tahun, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat konsumsi domestik sebagai salah satu motor utama pemulihan ekonomi nasional.

Terkini

Cek paket Zalora: Panduan Lengkap Melacak Pesananmu

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:46 WIB

Update Harga iPhone 13 di iBox Terbaru 2025

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:45 WIB

10 Aplikasi Menulis di Android 2025

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:06 WIB

Harga HP Tecno Pova 5 dan Spesifikasinya di Indonesia

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:03 WIB