Aksi Nyata Ramadhan PLN UIP Nusra Untuk Kemajuan Sosial

Sabtu, 07 Maret 2026 | 10:46:50 WIB

JAKARTA - Zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi telah menjadi bagian dari solusi atas tantangan sosial yang dihadapi bangsa. YBM PLN membuktikan hal tersebut dengan menyalurkan bantuan tahap awal sebanyak 23.000 paket dari total target 45.000 paket selama Ramadan 1447 H. Keberhasilan ini tidak terlepas dari tingginya kesadaran berbagi para insan PLN yang menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu sesama secara terorganisir.

Metode penyaluran yang cepat dan tepat

Kecepatan distribusi menjadi kunci agar bantuan dapat segera digunakan oleh masyarakat untuk keperluan sahur dan berbuka. Tim YBM PLN menggunakan sistem pelaporan digital untuk memantau pergerakan bantuan secara real-time dari gudang hingga ke tangan penerima. Inovasi dalam sistem distribusi ini memastikan efisiensi kerja yang tinggi di tengah padatnya jadwal operasional perusahaan.

Dampak bagi ketahanan pangan keluarga

Paket bingkisan yang berisi beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan lainnya sangat membantu menjaga ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Di tengah fluktuasi harga bahan pokok, kehadiran bantuan ini menjadi oase bagi masyarakat berpenghasilan rendah. PLN berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari solusi dalam menjaga ketersediaan pangan bagi kaum dhuafa.

Kunjungan lapangan pimpinan PLN Group

Darmawan Prasodjo selaku pimpinan tertinggi memberikan arahan agar seluruh bantuan diberikan dengan cara yang santun dan penuh rasa hormat. Beliau mengingatkan bahwa yang diberikan bukan sekadar barang, melainkan kehormatan dan kasih sayang. Kunjungan langsung beliau ke lokasi penyaluran di Jakarta Barat memberikan semangat bagi tim relawan yang bertugas di lapangan.

Mendorong semangat kemandirian umat

Sulistyo Biantoro selaku Ketua Umum YBM PLN menegaskan bahwa visi yayasan adalah mengubah mustahik menjadi muzaki. Melalui bantuan awal di bulan Ramadan ini, YBM PLN juga melakukan pendataan untuk menjaring masyarakat yang memiliki potensi untuk diberdayakan melalui program pelatihan keterampilan. Program jangka pendek ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi program kemandirian yang lebih besar.

Pentingnya kolaborasi lintas sektor

Keberhasilan program ini juga didukung oleh kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengurus masjid dan tokoh masyarakat setempat. Sinergi ini memastikan bahwa tidak ada bantuan yang salah sasaran atau menumpuk di satu titik saja. Kerja sama yang harmonis ini menjadi modal sosial yang kuat bagi PLN dalam menjalankan fungsinya sebagai pelayan masyarakat.

Terkini