JAKARTA - Gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 berhasil mencatat capaian transaksi yang membanggakan.
Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara mengumumkan nilai transaksi terbaru mencapai Rp9,5 triliun, meningkat dari rekapitulasi sebelumnya sebesar Rp8,7 triliun.
Project Manager IIMS 2026, Rudi MF, menyampaikan bahwa angka ini mencakup penjualan mobil, sepeda motor, industri pendukung, hingga sektor food and beverages (F&B).
“Total setelah event, kami rekap semua transaksi, ternyata data terkini adalah Rp9,5 triliun. Ini adalah capaian luar biasa dari hasil penjualan mobil, sepeda motor, industri pendukung, hingga F&B,” ujar Rudi.
Total pengunjung pameran sepanjang 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran mencapai 580.250 orang, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap dunia otomotif, terutama mobil listrik.
Tren Positif Penjualan Kendaraan Listrik
Salah satu sorotan utama IIMS 2026 adalah meningkatnya penjualan mobil listrik (EV). Rudi menjelaskan, transaksi kendaraan listrik naik 31,83% year-on-year (YoY) dibanding IIMS 2025.
Walaupun pihak penyelenggara tidak mengungkap angka unit yang terjual, tren pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan minat konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan.
“Untuk EV terjadi peningkatan 31,83% dibandingkan IIMS 2025. Fenomena ini juga kami cek dengan pameran otomotif tetangga kita di Thailand, bahkan angkanya sudah 50%. Jadi trennya cukup positif untuk konsumen membeli kendaraan listrik di pameran,” jelas Rudi.
Lonjakan ini sejalan dengan strategi pemerintah dan produsen otomotif yang mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Perbandingan dengan IIMS 2025 yang mencatat total transaksi Rp8 triliun memperlihatkan pertumbuhan signifikan. Selain itu, partisipasi peserta pameran meningkat menjadi 62 merek otomotif, terdiri atas 36 merek kendaraan roda empat dan 26 merek roda dua.
Kehadiran pabrikan baru asal China seperti Changan, iCar, Lepas, dan Geely semakin menambah daya tarik pameran bagi pengunjung.
Ekspansi IIMS ke Kota-Kota Besar
Setelah kesuksesan gelaran di Jakarta, IIMS Series 2026 akan berlanjut ke beberapa kota besar di Indonesia. Agenda terdekat adalah IIMS Surabaya yang berlangsung pada 26–31 Mei 2026 di Grand City Hall.
Selanjutnya, IIMS Balikpapan dijadwalkan pada 21–25 Oktober 2026 di BSCC Dome Balikpapan. Seri penutup, IIMS Garage Manado, akan digelar pada 4–8 November 2026 di Manado Town Square.
Langkah ini menunjukkan komitmen penyelenggara untuk menghadirkan pameran otomotif berskala nasional yang mendekatkan produsen dengan konsumen. Selain itu, ekspansi ke beberapa kota memberikan kesempatan bagi masyarakat di luar Jakarta untuk melihat tren otomotif terkini, termasuk inovasi kendaraan listrik yang semakin populer.
Dampak Positif Terhadap Pasar Otomotif Nasional
Kinerja pasar otomotif nasional turut mencerminkan tren positif yang ditunjukkan IIMS 2026. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, sepanjang dua bulan pertama 2026, penjualan mobil wholesales mencapai 147.631 unit, meningkat 9,9% YoY dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 134.299 unit.
Sementara itu, penjualan ritel mobil pada Januari–Februari 2026 tercatat 145.228 unit, naik 8,45% dari 133.901 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Angka ini menunjukkan bahwa pertumbuhan industri otomotif tetap stabil, meski berbagai tantangan global seperti fluktuasi harga komoditas dan ketidakpastian ekonomi masih ada.
Keberhasilan IIMS 2026 dalam mendorong penjualan, terutama mobil listrik, diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam transisi menuju kendaraan ramah lingkungan.
Peningkatan transaksi EV tidak hanya berdampak pada angka penjualan, tetapi juga mendorong pengembangan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya listrik, sehingga ekosistem kendaraan listrik di Indonesia semakin berkembang.
Peluang dan Tantangan Pasar Otomotif ke Depan
Ke depan, produsen dan penyelenggara pameran menghadapi tantangan untuk menjaga momentum pertumbuhan. Permintaan kendaraan listrik diperkirakan terus meningkat, tetapi perlu diimbangi dengan kesiapan pasokan, layanan purna jual, dan edukasi konsumen terkait penggunaan EV.
Selain itu, kehadiran merek baru, terutama dari China, memberikan kompetisi yang ketat bagi pemain lama seperti Toyota, Honda, Suzuki, dan Mitsubishi. Strategi pemasaran inovatif dan diversifikasi produk menjadi kunci agar produsen dapat memanfaatkan tren pertumbuhan pasar.
IIMS Series yang berkelanjutan ke berbagai kota besar juga menjadi ajang promosi yang efektif, sekaligus media edukasi bagi masyarakat tentang kendaraan listrik dan teknologi otomotif terbaru.
Dengan demikian, IIMS 2026 bukan sekadar pameran, melainkan barometer perkembangan industri otomotif Indonesia, termasuk tren mobil listrik yang semakin diminati.
Nilai transaksi Rp9,5 triliun dan pertumbuhan EV 31,83% menjadi bukti bahwa pasar otomotif nasional mampu mencatat pencapaian signifikan di tengah dinamika ekonomi global.