JAKARTA - Berencana liburan ke Asia pada 2026? Jepang muncul sebagai pilihan utama bagi wisatawan yang mengutamakan keamanan dan ketenangan selama perjalanan.
Kekhawatiran tentang kriminalitas, perilaku publik, maupun aturan lokal sering menjadi pertimbangan sebelum berangkat. Namun, hasil survei terbaru menunjukkan bahwa Jepang termasuk negara teraman di Asia 2026, menjadikannya destinasi ideal untuk traveler yang ingin liburan tanpa rasa cemas.
Penilaian ini dirilis oleh perusahaan asuransi perjalanan Berkshire Hathaway Travel Protection, yang menggabungkan data dari survei wisatawan Amerika, Global Peace Index, Numbeo, dan GeoSure, serta hasil evaluasi tahun-tahun sebelumnya.
Dari berbagai indikator, Jepang berhasil menempati posisi teratas dalam hal rasa aman bagi wisatawan.
Lalu, apa yang membuat Jepang begitu aman bagi wisatawan? Berikut beberapa faktor utama yang menjadi kunci predikat ini.
Hukum Ketat Menjamin Ketertiban di Jepang
Salah satu faktor utama keamanan Jepang adalah sistem hukum yang jelas dan diterapkan konsisten. Kepala sektor wisata maupun warga lokal menegaskan bahwa aturan ketertiban publik diterapkan secara tegas, bahkan untuk pelanggaran yang terlihat kecil.
Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional, tidak terkait langsung, namun dalam konteks kebijakan nasional di bidang lain, menegaskan pentingnya kepatuhan masyarakat pada peraturan untuk menciptakan lingkungan aman. Prinsip yang serupa diterapkan di Jepang, misalnya terkait lalu lintas, narkoba, dan perilaku di tempat umum.
Pelanggaran sekecil apapun bisa berujung denda atau tindakan hukum, sehingga wisatawan secara otomatis lebih waspada dan patuh pada aturan. Lingkungan yang tertib ini membuat warga lokal dan turis sama-sama menjaga kenyamanan publik, sehingga keamanan secara umum meningkat.
Budaya Harmonis: Prinsip Wa Membentuk Lingkungan Aman
Selain hukum, faktor budaya sangat menentukan rasa aman di Jepang. Konsep wa yang berarti harmoni mendasari sikap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Orang Jepang sejak kecil diajarkan untuk tidak mengganggu kenyamanan orang lain.
Kebiasaan sederhana seperti berbicara dengan suara pelan, menghargai antrean, dan mengutamakan kepentingan bersama menjadi praktik sehari-hari. Foto ikon Shibuya Crossing menunjukkan bagaimana ribuan orang bergerak secara tertib, bahkan di persimpangan tersibuk sekalipun.
Bagi wisatawan, budaya ini menciptakan suasana nyaman dan minim konflik, sehingga liburan menjadi lebih menyenangkan. Tidak hanya rasa aman fisik, tetapi juga rasa aman psikologis karena interaksi sosial berjalan harmonis.
Disiplin dan Kepatuhan Masyarakat Jepang
Disiplin menjadi pilar lain yang membuat Jepang aman. Nilai ini ditanamkan sejak usia dini, baik di rumah maupun di sekolah. Anak-anak terbiasa membersihkan kelas, menyiapkan makanan, dan bertanggung jawab atas tugas harian. Orangtua memberi contoh langsung, membentuk generasi yang terbiasa hidup tertib.
Dalam ruang publik, kepatuhan terlihat jelas. Masyarakat Jepang selalu antre di transportasi umum, mematuhi tanda, dan mengikuti aturan merokok atau larangan lainnya. Pelanggaran norma dianggap memalukan, sehingga meminimalkan tindakan berisiko atau kekacauan.
Disiplin ini secara langsung memengaruhi tingkat keamanan. Lingkungan publik menjadi teratur, nyaman, dan minim risiko bagi wisatawan maupun warga lokal.
Wisata Aman Berkat Kombinasi Faktor Sosial dan Regulasi
Keselamatan di Jepang bukan hanya soal peraturan ketat, tetapi kombinasi hukum, budaya, dan disiplin masyarakat. Penegakan hukum menjaga ketertiban, sementara nilai sosial seperti wa dan budaya antrean memastikan interaksi publik berjalan harmonis.
Predikat Jepang sebagai negara teraman di Asia 2026 membuktikan bahwa keamanan lahir dari perilaku dan kesadaran masyarakat sendiri. Wisatawan dapat merasakan langsung manfaat dari budaya yang tertib, ramah, dan menghargai orang lain.
Manfaat bagi Wisatawan
Bagi pelancong, keamanan yang terjamin membuat liburan lebih bebas stres. Aktivitas sehari-hari—mulai dari menggunakan transportasi umum, berbelanja, hingga berjalan-jalan di ruang publik dapat dilakukan tanpa khawatir gangguan kriminalitas atau perilaku tidak sopan.
Wisatawan juga dapat menikmati interaksi sosial yang nyaman, karena masyarakat lokal terbiasa menghargai ruang pribadi dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan individu.
Jepang 2026: Pilihan Tepat untuk Liburan Tenang
Dengan data dan survei terbaru, Jepang terbukti menjadi destinasi ideal bagi wisatawan yang mengutamakan keamanan. Hukum tegas, budaya harmonis, dan disiplin masyarakat menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas publik aman dan nyaman.
Traveler yang ingin menikmati pengalaman wisata tanpa kekhawatiran dapat memilih Jepang sebagai tujuan utama. Liburan ke Jepang tidak hanya menyenangkan secara estetika dan budaya, tetapi juga memberikan ketenangan pikiran bagi wisatawan.
Keamanan Jepang di tahun 2026 lahir dari sinergi antara hukum ketat, budaya wa, dan disiplin masyarakat. Penegakan aturan yang konsisten, kebiasaan menghargai orang lain, dan kepatuhan terhadap norma publik menjadikan Jepang negara yang aman bagi wisatawan.
Bagi pelancong, ini berarti liburan yang nyaman, teratur, dan bebas kekhawatiran, sehingga Jepang layak menjadi destinasi pilihan utama di Asia untuk tahun 2026.