Integrasi Usaha LAPD Menguat Setelah JSI Resmi Jadi Pengendali Baru

Jumat, 28 November 2025 | 14:03:22 WIB
Integrasi Usaha LAPD Menguat Setelah JSI Resmi Jadi Pengendali Baru

JAKARTA - Pergantian pemegang saham pengendali selalu menjadi momentum penting bagi sebuah perusahaan terbuka, terutama ketika arah bisnis berpotensi berubah signifikan. 

PT Leyand International Tbk. (LAPD) tengah berada di situasi itu setelah PT JSI Sinergi Mas resmi masuk sebagai pemegang saham pengendali baru. 

Pergeseran kepemilikan ini tidak hanya dianggap sebagai proses administratif, tetapi menjadi titik awal konsolidasi strategis bagi perusahaan yang selama ini bergerak di bidang energi serta investasi pendukung.

Dalam konteks tersebut, manajemen Leyand International kini mulai menata ulang struktur dan rencana bisnis. Perusahaan menilai perlunya harmonisasi antara strategi lama dan visi pemegang kendali yang baru. 

Orientasi jangka panjang yang lebih solid dinilai penting untuk memaksimalkan peluang usaha, serta memastikan sinergi dapat berjalan tanpa gangguan struktural.

Restrukturisasi dan Arah Baru Perusahaan

Salah satu hal utama yang kini berada dalam fokus manajemen adalah evaluasi terhadap anak usaha. Direktur Utama Leyand International, Bambang Rahardja Burhan, menyebut bahwa rencana restrukturisasi dan divestasi PT Rusindo Eka Raya (RER) sedang dibahas secara serius. 

RER merupakan anak usaha LAPD yang selama ini menjadi bagian dari struktur bisnis utama perusahaan.

Meski masih dalam tahap awal, opsi restrukturisasi ini menandakan bahwa perusahaan ingin memastikan setiap unit usaha selaras dengan arah strategis jangka panjang.

Bambang menegaskan, “Saat ini, perseroan dan pengendali baru masih dalam tahap perencanaan. Setiap aksi korporasi yang bersifat material akan kami umumkan melalui keterbukaan informasi."

Langkah ini merupakan persiapan penting apabila nantinya terjadi integrasi model bisnis yang lebih luas bersama JSI. Dengan struktur yang lebih efisien, LAPD memiliki keleluasaan untuk memastikan arah bisnis tidak tumpang tindih dan tetap fokus.

Sinergi dengan Bisnis Energi dan Pertambangan JSI

Masuknya JSI sebagai pengendali membawa peluang baru bagi LAPD. JSI diketahui tengah memperluas portofolio bisnisnya ke sektor energi dan pertambangan, termasuk komoditas pasir silika. Sektor ini dinilai memiliki prospek cerah dalam pasar global maupun domestik, mengingat permintaannya yang terus meningkat.

Bambang menilai langkah ini sebagai peluang positif. Bidang energi dan pertambangan memang secara historis dapat menjadi pendorong utama pemulihan kinerja bagi perusahaan setara LAPD. 

Ia menyebut bahwa jika Leyand International ikut terlibat dalam bisnis JSI, perusahaan akan memastikan seluruh proses sesuai regulasi pasar modal. 

“Jika Leyand International ikut masuk ke bisnis JSI, pihaknya akan mematuhi ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,” ujarnya.

Namun Bambang juga menekankan bahwa keputusan final tetap berada di tangan JSI sebagai pengendali. LAPD akan menyesuaikan langkah dan mendukung setiap rencana yang dianggap membawa nilai tambah.

Kepatuhan Regulasi dan Transparansi Perusahaan

Dalam proses integrasi dan transisi, kepatuhan terhadap regulasi menjadi fondasi. Sebagai perusahaan terbuka, LAPD wajib menjaga kredibilitasnya melalui keterbukaan informasi. 

Bambang menuturkan bahwa setiap rencana pengembangan bisnis akan dikaji melalui studi kelayakan dan selanjutnya dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mendapatkan persetujuan.

Ia menegaskan kembali, “Kami juga akan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik dan otoritas terkait apabila rencana-rencana tersebut mencapai final, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal.”

Penegasan ini memperlihatkan bahwa LAPD tidak hanya fokus pada ekspansi, tetapi juga memastikan akuntabilitas di mata investor publik.

Status Perusahaan: Tetap Terbuka dan Tidak Delisting

Salah satu hal yang sempat dipertanyakan publik adalah kemungkinan delisting. Namun Bambang memastikan bahwa kehadiran JSI justru memperkuat posisi LAPD sebagai perusahaan terbuka. 

Status sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia dinilai memberikan keuntungan strategis, terutama dalam menggalang pendanaan dan memperkuat posisi perusahaan dalam negosiasi bisnis.

“Dan ini membuka peluang lebih besar untuk menggalang pendanaan dan ekspansi bisnis ke depan,” imbuhnya.

Dengan demikian, LAPD tetap mempertahankan status perusahaan publik karena dianggap strategis dalam memperluas jejaring bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan.

Proses Akuisisi dan Kepemilikan Saham oleh JSI

Proses akuisisi saham yang dilakukan JSI berlangsung sesuai ketentuan pasar modal. JSI Sinergi Mas telah merealisasikan pengambilalihan 51% saham PT Leyand International Tbk (LAPD). Saham ini dibeli dari Laymand Holdings Pte Ltd, PT Intiputera Bumitirta, Keraton Investment Ltd, Evi Felicia, dan Leo Andyanto.

Dengan penguasaan 2.022.838.500 saham atau setara 51% dari total saham, JSI secara sah menjadi pengendali baru. Langkah ini menandai fase baru yang memungkinkan integrasi kebijakan bisnis antara LAPD dan JSI berlangsung lebih efektif.

JSI juga sedang menyiapkan proses lanjutan berupa Mandatory Tender Offer (MTO), sebagai kewajiban pemegang saham pengendali berdasarkan Peraturan OJK No. 9/2018. 

Pelaksanaan MTO menjadi tanda bahwa seluruh prosedur akuisisi dilakukan sesuai norma yang berlaku dan memberi kesempatan kepada investor publik untuk menyesuaikan kepemilikannya.

Prospek dan Integrasi Bisnis ke Depan

Jika melihat langkah-langkah yang dilakukan kedua pihak, integrasi bisnis LAPD–JSI tampak diarahkan untuk menciptakan sinergi yang lebih besar. 

Sektor energi dan pertambangan yang digarap JSI berpotensi menjadi penggerak utama pendapatan. Sementara itu, LAPD memiliki pengalaman dan struktur yang bisa mendukung integrasi tersebut.

Dengan pemetaan strategi yang masih terus berjalan, masa depan LAPD akan sangat ditentukan oleh keputusan bisnis yang disiapkan bersama JSI selama beberapa bulan ke depan. Studi kelayakan serta evaluasi unit-unit usaha akan menjadi dasar dalam menentukan arah terobosan dan ekspansi baru.

Terkini

Cek paket Zalora: Panduan Lengkap Melacak Pesananmu

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:46 WIB

Update Harga iPhone 13 di iBox Terbaru 2025

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:45 WIB

10 Aplikasi Menulis di Android 2025

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:06 WIB

Harga HP Tecno Pova 5 dan Spesifikasinya di Indonesia

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:03 WIB