JSI Sinergi

JSI Sinergi Mas Ambil Alih LAPD, Perseroan Susun Strategi Bisnis Baru

JSI Sinergi Mas Ambil Alih LAPD, Perseroan Susun Strategi Bisnis Baru
JSI Sinergi Mas Ambil Alih LAPD, Perseroan Susun Strategi Bisnis Baru

JAKARTA - Masuknya PT JSI Sinergi Mas sebagai pengendali baru PT Leyand International Tbk (LAPD) menjadi momentum penting bagi perseroan. 

Langkah ini membuka ruang bagi integrasi strategi bisnis sekaligus membuka peluang diversifikasi yang lebih luas. 

Di tengah dinamika tersebut, manajemen LAPD tengah merancang langkah-langkah korporasi yang tidak hanya menjaga keberlanjutan perusahaan, tetapi juga memaksimalkan sinergi dengan pemegang saham pengendali baru.

Restrukturisasi dan Divestasi Anak Usaha

Direktur Utama Leyand International, Bambang Rahardja Burhan, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama adalah meninjau opsi restrukturisasi atau divestasi. 

Hal ini menyangkut anak usaha LAPD, PT Rusindo Eka Raya (RER), yang bergerak di sektor distribusi barang konsumen atau Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) serta logistik.

“Saat ini, perseroan dan pengendali baru masih dalam tahap perencanaan. Setiap aksi korporasi yang bersifat material akan kami umumkan melalui keterbukaan informasi,” jelas Bambang.

Restrukturisasi atau divestasi anak usaha diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat fokus perseroan pada lini bisnis yang lebih strategis. Menurut Bambang, langkah ini juga sejalan dengan upaya pengendali baru untuk mengoptimalkan portofolio investasi.

Ekspansi ke Energi dan Pertambangan

Selain fokus internal, LAPD menimbang peluang masuk ke sektor energi dan pertambangan, termasuk bisnis pasir silika, yang tengah dikembangkan oleh JSI Sinergi Mas. Bambang menegaskan bahwa potensi bisnis tersebut dianggap sebagai aliran pendapatan baru yang prospektif bagi perseroan.

“Jika Leyand International ikut masuk ke bisnis JSI, pihaknya akan mematuhi ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,” kata Bambang.

Sektor energi dan pertambangan dinilai strategis karena memiliki prospek pemulihan kinerja keuangan perseroan. Namun, seluruh keputusan terkait pengembangan usaha ini akan tetap berada di tangan JSI selaku pengendali baru. 

Dengan pendekatan ini, LAPD dapat memanfaatkan potensi pertumbuhan di sektor yang menjanjikan sambil tetap mempertahankan tata kelola perusahaan yang transparan.

Tidak Ada Rencana Delisting

Kehadiran JSI sebagai pemegang saham pengendali tidak berarti LAPD akan menjadi perusahaan tertutup atau delisting. Justru sebaliknya, posisi sebagai perusahaan publik dianggap sebagai keuntungan strategis.

“Justru, keberadaan LAPD sebagai perusahaan terbuka membuat sinergi dan integrasi dengan JSI menjadi lebih kuat dan membuka peluang lebih besar untuk menggalang pendanaan dan ekspansi bisnis ke depan,” ucap Bambang.

Dengan status sebagai perusahaan terbuka, LAPD tetap memiliki akses terhadap pasar modal untuk mengumpulkan dana, sekaligus meningkatkan reputasi dan kepercayaan investor. Hal ini akan membantu perseroan menavigasi ekspansi bisnis secara lebih fleksibel.

Proses Perencanaan dan Studi Kelayakan

Bambang menekankan bahwa semua rencana pengembangan bisnis akan dimatangkan melalui studi kelayakan mendalam. Perseroan juga memastikan semua langkah yang bersifat material akan mendapat persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Kami juga akan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik dan otoritas terkait apabila rencana-rencana tersebut mencapai final, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal,” kata Bambang.

Pendekatan ini menunjukkan komitmen LAPD untuk tetap mematuhi peraturan pasar modal dan menjaga transparansi di setiap tahap pengambilan keputusan strategis.

Sinergi Strategis dengan JSI

Integrasi dengan JSI Sinergi Mas diharapkan mampu menghadirkan sinergi strategis antara dua entitas. Dengan dukungan pengendali baru, LAPD dapat mengeksplorasi peluang ekspansi ke sektor energi dan pertambangan dengan risiko yang lebih terkontrol.

Selain itu, sinergi ini memungkinkan pertukaran pengalaman dan sumber daya, yang dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempercepat implementasi proyek strategis. Dalam konteks pasar modal, kolaborasi ini diharapkan menambah keyakinan investor terhadap pertumbuhan LAPD di masa mendatang.

Prospek Keuangan dan Pertumbuhan

Dengan rencana diversifikasi ke energi dan pertambangan, LAPD menargetkan peningkatan aliran pendapatan yang lebih stabil. Aksi strategis seperti restrukturisasi anak usaha dan ekspansi ke lini baru diyakini akan menjadi motor utama pemulihan kinerja keuangan perusahaan.

Keputusan strategis ini juga dipandang sebagai jawaban terhadap tantangan pasar yang kompetitif, sambil menjaga posisi LAPD sebagai salah satu perusahaan publik yang adaptif di tengah perubahan ekonomi dan industri.

Keterbukaan Informasi Sebagai Pilar Transparansi

Komitmen LAPD terhadap keterbukaan informasi menjadi salah satu poin penting dalam setiap strategi korporasi. Manajemen memastikan bahwa setiap keputusan material akan diumumkan secara transparan kepada publik, selaras dengan peraturan yang berlaku di pasar modal.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan investor, tetapi juga memperkuat tata kelola perusahaan dalam jangka panjang. Transparansi menjadi kunci agar integrasi dengan pengendali baru dapat berjalan efektif, aman, dan berkelanjutan.

Masuknya JSI Sinergi Mas sebagai pengendali baru membuka fase baru bagi LAPD. Perusahaan tengah menyiapkan berbagai strategi bisnis, mulai dari restrukturisasi anak usaha hingga potensi ekspansi ke sektor energi dan pertambangan.

Dengan status perusahaan publik, LAPD tetap memiliki fleksibilitas dalam penggalangan pendanaan, menjaga transparansi, dan mengoptimalkan sinergi strategis dengan pengendali baru. 

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan untuk menghadapi tantangan pasar sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index